Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Selaksa Tak Berpendar

Warning!!!! Tulisan ini, tulisanku ketika lagi Melow... hikz...jadi ya gitu deh... 11.30 WIB – Stasiun Tegal Aku masih terduduk di salah satu bangku di depan antrian loket. Menunggu dapat dizinkan masuk ke peron sekaligus untuk sholat dzuhur. Tanganku mulai mencari buku kecilku di dalam tas gantungku. Buku kecil yang selalu menemaniku kapanpun aku ingin bercerita. Goresan tinta mulai aku goreskan di kertas dalam buku itu. Menulis memoriku jauh ke belakang. ____________ Hampir enam tahun sudah aku berdiri di sini, berjuang di kota Semarang ini dengan segala mimpi, segala cerita, dengan segala sesuatunya yang telah membuatku terbuka melihat dunia. Hampir enam tahun sudah aku berada di kota ini, di kampus ini. Kampus yang dahulu kau do’akan untukku. Aku masih berjuang dengan tugas akhirku yang aku masih terus berjuang meskipun ketika satu per satu kawan-kawanku telah pergi memulai hidup baru mereka sebagai sarjana, aku masih berjuang dengan segala keluh kesah manusia yang be...

Kalau Cinta jangan GR

17 Juni 2012, 22.19 WIB, kost “Lho memang ceritanya gimana, Mas?” Seorang Bapak bertanya kepadaku ketika sarapan pagi. Aku hanya mendengarkan kedua celotehan Amin dan Zaldhi yang tidak juga usai membicarakan “Cewek Idaman.” Wah, kalau Mas Faisal ni ga ada gegernya kalo lagi suka ma cewek” kata Zaldhi. “Ya yang penting jangan bawa teman kalau nanti ngelamar.” Celetukku kepada mereka. “He’e mengko kaya Salman Al-Farisi” Kata Amin “Lho gimana maksudnya?” Tanya seorang Bapak kepada Amin “Tu Faisal yang paling apal ceritanya” Sepertinya aku orang yang sudah siap kecewa terpengaruh banget ma cerita itu. cerita yang dulu diceritakan oleh Ustad Salim A.Fillah waktu mengunjungi masjid sederhana Fakultas Psikologi UNDIP. Aku memandangi wajah Amin, Zaldhi, dan Pak Feri, wajah mereka menanti harap dariku. “Waktu itu Salman hendak melamar seorang perempuan yang didambakannya. Karena Salman hanyalah imigran maka diajaklah sauahabatnya, Abu Darda’ unuk menemaninya. Setelah di rumah...

Galau Itu…

8 Juni 2012, 7.58 WIB Abis nonton film Poconggg Juga Pocong , film yang bukunya juga aku anggap sangat berpengaruh padaku.hehe satu kalimat yang aku suka adalah single itu prinsip, jomblo itu nasip . Aku suka bukunya karena unik menggambarkan dunia galau dari seikat pocong. 7 Juni 2012, entah kenapa dunia rasanya galau, dapet sms galau, gak dapet sms juga galau. Hedeeeh, gak tau deh. Aku ge mencoba mengkaji tentang apa itu galo. Kata pak Dekan, galo itu bahasa psikologinya Depresif. Hmmm, bisa juga. Tapi, aku mikirnya galau itu semacam keadaan di mana kita ingin keluar dari sebuah situasi tetapi kita sendiri belum bisa keluar, akhirnya semacam tersesat di dalamnya. Kaya main maze lah, gak tau ke mana kita akan keluar? Akhirnya muncul berbagai macam respon yang luar biasa dari diri sendiri ntuk mentasai keadaan seperti itu, entah dengan kesedihan, atau berpura-pura senang dan semuanya baik-baik saja padahal tidak. Kadang juga banyak orang yang menyangkal bahwa dirinya gala...

Zona Galau

1 Juni 2012, 22.15 WIB Masih di depan laptopku dan aku belum menyentuh skripsiku, belum ngeh aja buat ngerjain skripsi lagi. Aku udah ingkar janji ma Alloh, ayah, ma mamah kalo mau sidang Juni 2012 ini. But akhirnya aku memutuskan buat surat ‘teror’ ke ayah ma mamah hasilnya aku jadi gak enak sendiri. Mamah menawarkan, “Beli skripsi aja pa?” “Heh??? Moh” ayahku, “coba temuin ibu ini (naman dosen psikologi yang dikenalnya dari pegawai bank) barangkali bisa bantu.” “Ah, gak usah segitunya.” Paling tidak aku harus menjelaskan yang namanya proses skripsi itu apa? Karena ayahku masih punya persepsi kuliah kaya sekolah, lulus satu lulus semua, kalo aku belum lulus berarti ‘kuwuk’ atau istilah lainnya semacam gak naik kelas. Hedeeeh. Bagaimanapun juga ortuku cuman menempuh pendidikan setingkat SMA, jadi butuh dipahamkan lebih. Hari ini moodku buat ngerjain skripsi malah tambah menjadi gak-gak. Langit terasa mendung bagiku hari ini (emang mendung s...