Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Carita dari Dalam Kotak Infaq Masjid

Jeng jeng, Ola... pulang-pulang dari melakukan tugas suci di Masjid Al-Azhar, yaitu jadi tukang parkir aku tiba-tiba ingin menuliskan ini.... Yupz, kita tahu klo infaq itu merupakan kewajiban kita sebagai manusia dan sangat sebagai seorang muslim. Termasuk untuk masjid, sehingga uang itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan umat maupun peningkatan pelayanan masjid agar lebih memanjakan jama'ahnya. Nah permasalahannya terkadang kita juga sudah tau klo sedekah itu harus ikhlas. Ikhlas itu punya dua aspek, yaitu niatnya mengharap Ridho Alloh, dan caranya sesuai petunjuk dari Rasululloh. Setiap habis sholat jum'at, seperti biasa aku beserta kawan-kawan dan bapak-bapak DKM menghtung uang infaq jum'at yang telah disebar ke berbagai pojok untuk diedarkan. Kira-kira tiap ju'at selalu ada 2 kotak besar dan sekitar 5 kotak kecil untuk diedarkan (kotak yang bsesar gak ikut lho ya). Klo ngitung uang biasanya seneng banget, meskipun bukan uang sendiri. Ngitungnya b...

Balada Menggila dengan JENGKOL

Ola, apa kabar? Aku mau curcol ni about Jengkol, aku heran aja ma makanan yang satu ini. Makanan ini seakan-akan menjadi makanan yang terlaknat bagi bangsa Indonesia. Sebisa mungkin orang Indonesia akan menghindari makanan terkutuk ini. Entah apa yang salah dari makanan ini??? Padaal doi hanya makanan sekelas pete yang mencoba menjadi salah satu trend setter di Indonesia. Mau Gaul??? Makan Jengkol. Semalam aku pergi ke warteg untuk makan (Ya iyalah masa mau P*p?). Tadinya mau makan penyet ma Amin. Tapi, tiba-tiba Amin sekarat mendadak saat kita baru balik dari kampus ke kostku. "Sal, darurat nich, aku ta pulang dulu ya, ntar aku ke sini lagi." Beberapa lama aku nunggu dia gak dateng-dateng, kemudian dia sms minta dibawain barang-barangnya yang ketinggalan di kostku. Tak berapa lama kemudian dia sms nitip Diapet NR (wah ni anak pasti lagi ngegelinjang nich), abis maghrib dia sms lagi niti teh jahe or jeruk anget. setelah aku tiba di warteg, dia sms lagi minta dibeliin nasi ...

SKRIPSI-ku dan Ketidakwajaran-ku

Akhirnya aku mulai menulis lagi untuk skripsiku... huhuhu terharu ... Kali ini aku ingin berbicara agak serius nich, jadi perhatikan baik-baik ya? Suatu hari ada seorang pangeran suka makan beling, gigit dinding, dan suka banting-banting (ni pangean pa kuda lumping sich?)hehe... baiklah ce ki dot... SKRIPSI, bagiku tidak sekedar membuat dan menyelesaikannya... tapi, aku juga belajar banyak tentang nilai-nilai kehidupan (ceilah, nggaya bangetz). Yapz, nilai tentang pengambilan keputusan terbesar dalam salah satu episode hidupku ini. Skripsi lu, bisa menjadi salah satu kunci masa depan lu atau tidak, tergantung bagaimana menyikapinya. Ada yang buat skripsi sekaligus sebagai bahan penelitian tentang usaha yang akan dia kembangin. Gak ada salahnya? Atau lu hanya membuatnya supaya biar cepet nikah? Gak salah juga. Atau yang penting dibuat, yang penting lulus. Gak salah juga. Semuanya tergantung bagaimana sikap lu terhadapnya. Nilai kesabaran, nah ini memang butuh ketahanan psikologis y...

Balada Kekeringan Air di Kost

Hari ini diawali dengan ceramah bu Kost tentang debit air yang sedang langka, seperti ini ceramahnya "Wahai, penghuni kost, gunakanlah air sedikit-sedikit saja, mandilah sedikit-sedikit saja, jangan kaya mandi di kali" Mandi sedikit-sedikit? Gimana ya caranya? Pake gelas plastik gitu berarti? Aduuuh, kenapa gak pake sendok makan aja sich mandinya? "Mas, klo mandi pake sendok makan aja, cukup 3 kali sehari" Hwehehehe dalam waktu 1 bulan saja penghuni kost pasti sudah tumbuh jamur merang di sekujur tubuh. hiiii Bukan hanya air saja, tapi uang sakuku juga sedang krisis, karena ayah belum bisa mengirim uang untuk minggu ini. Padahal hari ini aku ma temenku mau ke Solo. Demi menghemat biayaya dan agar bisa mampir ke toilet Pom Bensin akhirnya aku putuskan untuk menggunakan motor roda dua saja. Ola, maap baru bisa nulis di sini. Semalem sinyal modemnya naik-turun-putus kaya odong-odong, so males banget dah nulis dalam kondisi seperti itu. Ditambah ni badan ka...

Ganti Tema SKRIPSI

Ola, hari ini seneng banget pagi-pagi liat seniorku mas Aan nampil di acara Rangking 1 Trans TV. Meskipun gak punya TV aku pun berusaha buat nonton meskipun via streaming online. Karena koneksinya ge megap-megap jadilah aku nonton TV sambil ngedongkol. Dikit-dikit buffer, dikit-dikit buffer. Ah mengesalkan. Misalnya seperti ini cuplikannya Mas Aan In Ranking 1  Trans TV Ya bagaimanapun aku seneng aja ngeliat mantan seniorku tu nongol di televisi, dan ajaibnya pun bisa juara 1 dapet Rp 10.000.000,- dia bilang mau buat nikah. wkwkwk Seharunya hari ini pun aku ke kampus buat ketemu bu EKD, dosen pembimbingku. Tapi, entah kenapa minatku hilang begitu saja. Rasanya ingin diseret saja... ditarik saja dengan paksa ke kampus. Jika bukan karena Tika (adek angkatanku yang kaya boneka puter tu yang kemaren sms aku, klo aku dicariin ma bu EKD) yang sms Mas, km udh dkampus lum?bwain bku linbud donk,aq pnjm ... Padahal aku ingin melupakan hal itu, tapi dia malah mengingatkanku...

Kita Pasti Lulus, Sal!!! Kita Tidak Akan DO

"Kita Pasti Lulus, Sal!!! Kita Tidak Akan DO," Entah dari mana tiba-tiba seorang Ediwan mengatakan hal semacam itu. Padahal setauku menyentuh skripsi pun dia belum pernah. Meskipun aku terkadang membantunya untuk membelikannya buku-buku yang berkaitan dengan tema penilitian yang dia minati, yaitu tentang Game. "Minggu-minggu ini aku lagi semangat-semangatnya buntu membaca, cuman membaca aja" Yeah, menurutku sebuah kemajuan yang lumayanlah. "Kata Pak Pras, Sal" Pak Pras tu Dekan baru kampusku"Sebenarnya apa sich tujuan utama kita jadi mahasiswa S-1, ya tidak bukan harus lulus, asli Sal beda banget klo yang ngomong itu dosen" Iya juga sich, seperti kita masuk ke dalam sebuah rumah, maka kita pun harus bisa keluar. Jika tidak ada dua kemungkinan, yang pertama kita akan menetap selamanya, dan yang kedua adalah kita akan ditendang sama yang punya rumah. Kemungkinan pertama pada zaman sekarang sudah tidak mungkin, istilah mahasiswa abad...

Ngobrol ma Dumbledor, Ban Bocor, mpe Dinner ma Dinosaurus Kampus

Ola, Hari-hari yang luar biasa aku lalui dua hari ini, dimulai dari makan steak jamur di Sampangan. Gak tau tiba-tiba aku pengen balas dendam makan steak. Setelah kemaren selasa jalan-jalan di Rita Super Mall Tegal dan makan steak ma Ari di Food Court-nya ternyata steaknya gak memuaskanku, karena ukurannya yang tidak memuaskan hasrat perutku yang sudah bertambah volumenya. Yups, akhirnya aku puaskan dengan makan steak jamur di Sampangan-Semarang deket ma rumah temanku Ediwan, aku lebih suka memangglnya Bagwan or Top One. Setalah berkali-kali aku sms dan ternyata dia tidur, akhirnya dia membalas smsku tepat setelah aku sampai di TKP. Tak berapa lama dia pun datang dengan sepeda butut kesayangannya. Setelah pesan dan singkat cerita (ni buru-buru amat sich ceritanya, belum apa-apa udah singkat cerita), pesanan pun datang. Sambil menikmati steak jamur yang aku pesan, seperti biasa kami pun ngobrol mulai dari gosip kampus, adek angkatan, kapan lulus, hingga masalah absurd keahlian si Edi ...

Kucing Kampus

Entah, kabar dari kecoa mana? Tiba-tiba banyak yang bilang ke aku, klo aku sekarang beda kaya aku yang dulu. Aku yang sekarang pada bilang aku gak jelaslah, aku GJ-lah (oh sama ya?), aku sotoy lah, bahkan ada yang bilang aku stress. Beda banget kaya aku yang dulu, klo aku yang dulu lebih sopan, alim, suka nunduk-nudnuk kaya onta, pokoknya sosok laki-laki idaman lah. Sekarang? Wuiiih, percaya atau nggak, sekarang aku lebih gila men. Alias gila beneran. Terus aku berpikir, emangnya aku kenapa ya? Segera aku teringat tentang diagnosaku ketika masih nyantri di RSJ di daerah Jawa Timur. Di situ hasil tes menunjukan bahwa aku terindikasi DEPRESI. Hmmm, mungkin ini dia masalahnya. Ternyata waktu dua minggu belum cukup untuk memulihkan kondisi kejiwaanku. Sehingga masih bisa kumat sekarang. Obatku mulai jarang aku minum. Mungkin aku perlu kontrol lagi barangkali ada peningkatan dari depresi mengarah kepada skizofrenia. Hal ini tidak lah aneh karena  akhir-akhir ini aku sering memilik...

PsikoGerontologi : Ketika Bapak ma Ibu Udah Pensiunan

Aku memang gak pernah ikut mata kuliah psikogerontolog, atau psikologi perkembangan untuk orang-orang tua. Yang aku ikuti psikogeriatri, sama seperti psikogerontologi tapi mempelajari orang-orang tua yang suka sakit-sakitan. Berbicara mengenai orang-orang tua, aku ingin bercerita tentang orang tuaku sendiri, yaitu ayah dan ibuku. Bagiku mereka adalah dua insan manusia yang super luar biasa bagiku. Bukan hanya kasih sayangnya yang bagiku tak ada duanya, tapi juga hal-hal lain yang kali ini aku sadari juga telah menurun ke anak semata wayangnya ini. Setiap aku pulang ke rumah entah itu sebulan sekali, dua minggu sekali atau kadang beberapa hari sekali dari perantauanku di kota nun jauh di sana bernama Semarang. Selalu saja ada hal-hal luar biasa yang dilakukan oleh orang tuaku. Misalnya seperti saat ini sedang menjadi hoby baru ayah dan ibuku di kebun rumah, yaitu memelihara lele dan ayam. Ayah bilang sich cuman buat hiburan karena daripada gak punya kegiatan, "Seru aja liat keci...

Psikologi Perkembangan : Kita berubah

Bukan hanya power ranger, ksatria baja hitam saja yang bisa berubah. KIta pun bisa berubah. perubahan itu bukan mengenai perubahan kita menjadi manusia kaleng yang bisa ngeluarin pedang dari udel. Tapi perubahan itu meliputi pertumbuhan fisik kita dan perkembangan psikologis kita. Psikologi perkembangan mempelajari perkembangan perilaku manusia mulai sejak lahir hingga mati. MUlai dari permasalahan moral mengenai bagaimana kita berinteraksi dengan norma yang ada di kehdupan, permasalahan kognisi mengenai bagaimana daya pikir kita dalam mengolah informasi yang ada, permasalahan sosial mengenai bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, dan berbagai macam persoalan lain yang dikaji dalam psikologi perkembangan. Psikologi perkembangan sangat perlu dipelajari karena menyangkut mengenai tahapan-tahapan perkembangan psikologis manusia. Mulai dari fase bayi mengidentifikasi atau meniru perilaku yang menarik dari lingkungannya, bagaimana tangisan menjadi alat komunikasi untu...

Psikologi Umum : Motivasi

Psikologi itu bukan ilmu tentang perdukunan, keparanormalan, atau apala itu. Meskipun ada beberapa bagian dari ilmu psikologi yang mempelajari itu. Sayangnya di masyarakat awam, ilmu ini masih dianggap sebagai ilmu tentang dunia begituan. Misalnya ketika aku bertemu dengan segerombolan ibu-ibu di stasiun Poncol Semarang saat akan pulang ke Brebes.  Ibu : Lagi kuliah Mas? Aku : Iya Bu (jawabku sok sopan, halah) Ibu : Oooh, kuliah di mana? Aku : di UNDIP Ibu : oh UNDIP, ambil apa? Aku : (Ni Ibu nanya apa nginterogasi akau sich? Emang aku maling, pake nanya mau ngambil apa? Tapi, ya sudahlah namanya juga orang awam) Psikologi, Bu Ibu : Oh, Psikologi, penerusnya Mama Laurent berarti ya? Hahaha (sambil ngajak ketawa teman-temannya yang lain) Aku : (Jedug-jedugin kepala ke tembok) Atau ketika suatu saat aku KKN di sebuah desa, Pak Carik : Kuliah di mana aja nich? Teman-temanku : Menjawab satu per satu jurusannya Aku : Psikologi Pak Pak Carik : Oh, Ya Anda meskipun mempel...

Tong Sampah

Tong sampah, benda menakjubkan bagi beberapa temanku yang terindikasi kena waham ini. Orang yang memiliki waham ini akan menganggap bahwa tempat sampah merupakan tempat untuk melanglang buana ke mana pun kita inginkan. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai mesin waktu, sehingga kita bisa berpergian ke waktu yang manapun kita inginkan. (Klo kaya gitu, aku juga mau berkunjung ke zaman purba kala, mau bawa tyrex buat aku pelihara, mau aku ajarin lompat tali, ma nanam ubi, setiap hari aku bisa kuliah naik ni tyrex, klo ada yang ngalangin jalan bisa aku singkirin, klo ada yang protes aku suruh tu tyrex makan tu orang),Alat yang efisien, murah, meskipun kadang aku berpikir jika itu benar, berarti kita harus menahan bau sampai beberapa waktu yang ditentukan. Sampai di tempat tujuan mungkin kita sudah layak disebut manusia bau abad 20. Misalnya ketika aku dan temanku Amin menjadi panitia dalam sebuah acara di balai kota Semarang yang menghadirkan beberapa pejabat pemerintahan. Acara yang berla...

SKRIPSI, kata yang menyebalkan bagiku saat ini

SKRIPSI, mungkin ini kata paling tidak ingin aku dengar saat ini. Ketika kata ini tersebut yang tergambar dala benakku adalah sebuah beban. Dan aku benci dengan sebuah beban. Karena beban aku pernah dirawat di rumah sakit karena Typhus dengan tingkat cukup tinggi semasa SMA dulu. Aku tak ingin sakit lagi, meskipun aku pernah betah ada di rumah sakit karena tempat itu terasa lebih nyaman daripada rumahku sendiri. Kejadian itu terulang lagi ketika awal-awal aku menjadi ketua panitia Ramadhan di kampus psikologi. Untungnya masih gejala. Kejadian itu juga hampir terulang lagi ketika di akhir-akhir kepengurusan skripsiku, untungnya kali ini aku bisa dirawat jalan. Yap, beban, saat ini aku terbentur pada dua beban untuk dapat hidup mandiri lepas dari orang tua dan orang tua yang mengingnkan aku lulus tahun 2011 ini, terutama bulan Oktober ini. “Semester ini yang terakhir, tahun depan kalao belum lulus, Ayah gak mau membiyayai lagi” Aku tak percaya itu keluar dari ayahku juga. I...