Langsung ke konten utama

Balada Kekeringan Air di Kost

Hari ini diawali dengan ceramah bu Kost tentang debit air yang sedang langka, seperti ini ceramahnya
"Wahai, penghuni kost, gunakanlah air sedikit-sedikit saja, mandilah sedikit-sedikit saja, jangan kaya mandi di kali"
Mandi sedikit-sedikit? Gimana ya caranya? Pake gelas plastik gitu berarti? Aduuuh, kenapa gak pake sendok makan aja sich mandinya?
"Mas, klo mandi pake sendok makan aja, cukup 3 kali sehari"
Hwehehehe dalam waktu 1 bulan saja penghuni kost pasti sudah tumbuh jamur merang di sekujur tubuh. hiiii
Bukan hanya air saja, tapi uang sakuku juga sedang krisis, karena ayah belum bisa mengirim uang untuk minggu ini. Padahal hari ini aku ma temenku mau ke Solo. Demi menghemat biayaya dan agar bisa mampir ke toilet Pom Bensin akhirnya aku putuskan untuk menggunakan motor roda dua saja.

Ola, maap baru bisa nulis di sini. Semalem sinyal modemnya naik-turun-putus kaya odong-odong, so males banget dah nulis dalam kondisi seperti itu. Ditambah ni badan kaya dilindes ma ban truck, pegel semua habis maen ke Psikologi UMS. Buat apa? Buat numpang ke toilet aja. haha jauh-jauh dari Semarang cuman buat nyari gituan. Katanya air di Solo melimpah ruah, wuaah, kenapa tadi aku gak bawa handuk sekalian ya? Bisa mandi di sini... saking di Tembalang sirnya mengalami krisis.

Tau gak? Jauh-jauh dari Semarang, ketemu ma temen dari Jogja, cuman buat ngomongin ayam coba? Temenku bilang, "Klo mau mau motong ayam, tu belinya di pengusaha ayam!!!" Aku jawab, "Ya iyalah, masa beli di pengusaha kambing??" Kecuali klo tu tukang jagal gak bisa membedakan antara ayam ma kambing. Cuman bisa membedakan suaranya, klo ayam mengembik, dan kambing tu berkokok (lho?) Berarti besok lagi klo pagi-pagi gitu tugas mulia ayam akan digantikan oleh kambing....


Belum ada kemajuan lagi untuk skripsiku pada hari itu. Belum bisa ketemu dosen, karena harus ke Solo. Sempet kepikiran untuk mengusulkan judul makna kesehatan daripada makna sakit, males banget soalnya ntar ketularan sakitnya gimana coba? Ya nanti aku diskusikan lagi aja.

Malemnya waktu mau tidur, aku smsan ma temanku Apri, setetangga bangsa dan sespesies, dia gak terima klo spesies Brebes ma Tegal tu orangnya terbelakang. Hmmm, iya uga sich, setauku emang cuman Brebes, berarti aku orang terbelakang dong??? Kasian banget aku... Gak papa lah... besok klo aku jadi bupatinya Brebes mau aku merdekakan menjadi negara Brebes Raya. hwehehehe....

Mau, tidur susah bante coy, temen kost sebelah kamarku, nyetel musik keraaas banget plus teriak-teriak kaya orang lagi pengen kawin (emang orang klo mau kawin tu suka teriak-teriak ya? hehe). AAAAARRRGGGHHH, lama-lama aku tinggal di kostku ini tambah stres aja. Mulai dari bu kost yang semakin mahir berorasi, anak-anaknya yang tambah culun, mpe kostnya juga yang lagi krisis air. Hhhhhh... ingin pulang lagi rasanya. INGAT!!! Mahasiswa yang ge skripsi tu emang sensi, jadi kudu ati-ati. Saranku klo emang bisa pindah cari tempat yang lebih tenang dan nyaman buat ngerjain skripsi, lakukanlah. Jangan seperti aku yang serasa telah terpenjara di kastil ini. TOLOOOOONG AKUUUU......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKHIRNYA PUNYA FOTO KELUARGA JUGAAAAAA!!!

Akhirnya Wisuda jugaaaaaa!!!!!   Meskipun sempet miskom sama Ayah, yang berakibat gak datangnya orang tuaku ketika wisuda di Universitas. TT juga. Berangkat sendirian, celingak and celinguk sendirian, sementara yang lain pada didampingi. Padahal ayah pengen banget liat aku pake Toga. Fiiiiuuh… Tapi sudahlah, cukup ada fotonya, kata Ayah. Tapi, mereka datang juga malam sekitar jam 8nan, dengan peristiwa tersasarnya rombongan ayah dan mamah entah ke mana? Tapi akhirnya datang juga mereka di kostku. Dan makan-makan besar bareng anak-anak kost. ^^b Yang terpenting bagiku di moment wisudaku (terutama di Fakultas) adalah ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA AKU PUNYA FOTO KELUARGA JUGA, YATTA!!!! Liat teman-teman pada punya foto keluarga, kadang buatku iri.huhuhu Biasanya tu kalo aku foto sama ayah terus mamah yang motoin, kalo foto ma mamah, ayah yang motoin. Teknologi zaman dulu belum canggeh meen. Yeap, inilah keluarga kecilku (Cuma aku, ayah, dan mamah). Mungkin ini beberapa hal yang pe...

Kucing Kampus

Entah, kabar dari kecoa mana? Tiba-tiba banyak yang bilang ke aku, klo aku sekarang beda kaya aku yang dulu. Aku yang sekarang pada bilang aku gak jelaslah, aku GJ-lah (oh sama ya?), aku sotoy lah, bahkan ada yang bilang aku stress. Beda banget kaya aku yang dulu, klo aku yang dulu lebih sopan, alim, suka nunduk-nudnuk kaya onta, pokoknya sosok laki-laki idaman lah. Sekarang? Wuiiih, percaya atau nggak, sekarang aku lebih gila men. Alias gila beneran. Terus aku berpikir, emangnya aku kenapa ya? Segera aku teringat tentang diagnosaku ketika masih nyantri di RSJ di daerah Jawa Timur. Di situ hasil tes menunjukan bahwa aku terindikasi DEPRESI. Hmmm, mungkin ini dia masalahnya. Ternyata waktu dua minggu belum cukup untuk memulihkan kondisi kejiwaanku. Sehingga masih bisa kumat sekarang. Obatku mulai jarang aku minum. Mungkin aku perlu kontrol lagi barangkali ada peningkatan dari depresi mengarah kepada skizofrenia. Hal ini tidak lah aneh karena  akhir-akhir ini aku sering memilik...

PsikoSeks : Gila-Gilaan liatin PSK

Skali lagi aku gak pernah ambil ni mata kuliah? Tapi aku rasa aku ingin berbicara tentang pembicaraan yang menarik ini. Seks, kebutuhan biologis manusia untuk melanjutkan keturunan dan spesiesnya. Jangan sampe spesies manusia punah sehingga tahun 3000 nanti bumi ini akan dihuni oleh para sinpanse. Mulai dari sinpanse yang jadi Polisi, jadi Presiden, hingga jadi psikolog. Kacau ... Yap, sore ini seperti biasa aku melakukan kegiatan rutinku, yaitu Bengong. Kali ini yang menjadi tempat bengongku adalah MAJT atau Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid yang luas ini sering menjadi tempat tujuan utama bagi mereka-mereka para mahasiswa yang sudah diwisuda. Aku gak ngerti kenapa? Pasti klo abis wisuda banyak teman-temanku atau senior-seniorku yang foto-foto ma keluarganya di sini? Mungkin karena juga masuknya murah klo pake kendaraan, yaitu motor roda dua cukup Rp 500,- Setelah maghrib tercetuslah insting liarku untuk melewati para PSK (Pekerja Seks Komersial) di sepanjang jalan antara stasiun ...