Langsung ke konten utama

Ganti Tema SKRIPSI

Ola, hari ini seneng banget pagi-pagi liat seniorku mas Aan nampil di acara Rangking 1 Trans TV. Meskipun gak punya TV aku pun berusaha buat nonton meskipun via streaming online. Karena koneksinya ge megap-megap jadilah aku nonton TV sambil ngedongkol. Dikit-dikit buffer, dikit-dikit buffer. Ah mengesalkan. Misalnya seperti ini cuplikannya
Mas Aan In Ranking 1  Trans TV

Ya bagaimanapun aku seneng aja ngeliat mantan seniorku tu nongol di televisi, dan ajaibnya pun bisa juara 1 dapet Rp 10.000.000,- dia bilang mau buat nikah. wkwkwk
Seharunya hari ini pun aku ke kampus buat ketemu bu EKD, dosen pembimbingku. Tapi, entah kenapa minatku hilang begitu saja. Rasanya ingin diseret saja... ditarik saja dengan paksa ke kampus. Jika bukan karena Tika (adek angkatanku yang kaya boneka puter tu yang kemaren sms aku, klo aku dicariin ma bu EKD) yang sms
Mas, km udh dkampus lum?bwain bku linbud donk,aq pnjm ...
Padahal aku ingin melupakan hal itu, tapi dia malah mengingatkanku tentang derita yang akan aku jalani. Akhirnya aku pun memaksakan diri untuk ke kampus.
Kampus dah kaya apa ya dah aku tinggal hampir 1 bulan lebih? Bayanganku kampus sudah dipenuhi akar rambat dan semak-semak beserta debu-debu dan sarang laba-laba. Tapi dugaanku ternyata tidak menjadi kenyataan. Kampus masih berdiri kokoh dengan dipenuhi mahasiswa-mahasiswa dan aktivitasnya. Ada yang lagi diskusi, nungguin fotocopyan padahal jelas-jelas fotocopyannya tutup, atau temanku Amin yang ge jungkir balik nginstalin laptop orang (ya iyalah orang masa gajah?). Amin, tu temen deketku selain Ediwan, hari-harinya memang tidak pernah jauh dari yang namanya instal-menginstal laptop dan desain-mendesain. Aku rasa dia itu salah jurusan masuk ke psikologi, seharunya tuh dia masuk ke jurusan Tata Boga atau Peternakan (Lho?).
Segera aku cari Tika yang katanya lagi di perpus. Perpusnya ternyata sudah pindah, wah bak orang purba aku terkagum-kagum dengan perpus baruku. "Ini Benda apa ya?" sambil nunjuk benda yang sudah jelas-jelas komputer. Tempatnya enak tapi satu hal, kursinya kurang. Akhirnya mahasiswa pun pada berkelekaran di lantai-lantai kaya lobster. Wah besok-besok lagi bisa tuh gelar tiker.
Setelah memberikan buku Lintas Budaya ke Tika aku pun naik lagi. Dan akhirnya aku tertangkap oleh bu EKD. Padahal niatnya mau kabur. Ya sudahlah, pasrah aja mau dicambuk atau digantung.
Bu EKD : Gimana progres SKRIPSInya?
Aku : Mmmm, bingung Bu belum nemu referensi yang cocok untuk BAB II dan masih bingung subjek juga.
Bu EKD : Ya sudah gini aja, temamu apa?
Aku : Forgiveness (meaafkan) pada Penderita Penyakit Kronis
Singkat cerita aku akhirnya disarankan untuk merubah temaku, karena tema forgiveness memang cukup sulit buatku. Sehingga aku disuruh ganti dengan makna sakit. huhuhuhu padahal udah jalan panjang banget.
Bu EKD : Gitu aja ya? Nanti kamu juga hubungkan dengan karakteristik orang Indonesia yang suka menghubungkan sakit dengan religiusitas coba cari jurnalnya. Ni aku menduga kamu tu udah lama gak pernah keliatan pasti ada sesuatu dengan skripsimu. Gitu ya?
Aku : Iya sich Bu
Bu EKD : Oktober harus selese BAB III
Aku : Iya Bu
Hebat ya dosen pembimbingku bisa nebak tanpa aku ngungkapin semuanya, benar-benar psikolog sejati. Ternyata ketakutanku akan dicambuk dan digantung tidak terjadi sehingga aku merasa bisa terlepas dari enderitaan ini.
Sorenya aku refreshing dulu (kayaknya hampir tiap hari dech aku refreshing?hehew) nganter temenku ke CL lagi mau beli handy cam ma printer buat Al-Azhar. (Eh, jangan salah, konyol kaya gini aku masih dianggap remaja masjid meskipun hanya sebagai tukang parikir tiap hari jum'at, lumayan dibayar ma seplastik es cingcau.hehe). Yang buat aku shock tu mau beli benda-benda canggih tapi pake uang recehan? Ah, dasar masjid kenapa gak ma kotak masjidnya aja?? Akhirnya temanku segera tobat dan menukarnya ke warung-warung terdekat.
Nuker uang di warteg

Akhirnya ada yang baca curhatanku tentang SKRIPSI, seperti biasa Mbah Edi memberiku nasehat
"wah gtu ya cal. hahahhaa ha, kaya ne ga jauh beda deh kita. btw, klo ad masalah yang berat dan mnggangguku, ayah ku pnah bilang,

"Coba kmu bayangkn dari sudut pandang Allah, Yang mmberi baban, yang mmberi masalah. km merasa berat, pdhal Allah tau km mampu. yang mungkin klo ga digituin km gag tau kmampuan mu yg sbnerny."

"Paling Allah akan bilang gini, 'hayo, ini makhlukku kalo ta kasih beban kaya gini bisa apa? mau ngapain dia? dan dari situlah malaikat mencatat, pantes ngga orang itu untuk dapet kredit poin utk masuk surga ap ngga." gitu kata bliau smbil brwajah srius.

btw, ngga ngerti km mudeng ap ngga, klo ngga biar ta critain lewat lisan aja, klo km tanyain dn kita pas ktmu, insyaallah"
Iya aku tu terkenal koneknya agak lama... jadi maklum klo dia ngomong gitu...?
Misalnya Edi nanya, "Sal, kamu udah makan?"
Aku biasanya menjawab, "Hah?"

Ada yang buat aku stres hari ini, ketika aku lihat Facebook dan menjumpai foto-foto maupun status teman-temanku yang membicarakan kelulusan dan wisuda. AAAARRRRGGGHHHH, Rasanya ingin aku bunuh satu per satu pake lidi.
Hari ini Tembalang masih kekurangan air bersih sehingga sore-sore aku gak bisa mandi di kost bahkan mau buang air kecil. akhirnya aku lari ke mall (elit banget kan mau kencing aja lari ke mall?) tapi ternyata toilet mall gak senyaman yang aku bayangkan, di situ aku cuman numpang guyur kencing orang (haah). Akhirnya aku bisa melaksanakan hajatku di Pom Bensin.
See Ya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKHIRNYA PUNYA FOTO KELUARGA JUGAAAAAA!!!

Akhirnya Wisuda jugaaaaaa!!!!!   Meskipun sempet miskom sama Ayah, yang berakibat gak datangnya orang tuaku ketika wisuda di Universitas. TT juga. Berangkat sendirian, celingak and celinguk sendirian, sementara yang lain pada didampingi. Padahal ayah pengen banget liat aku pake Toga. Fiiiiuuh… Tapi sudahlah, cukup ada fotonya, kata Ayah. Tapi, mereka datang juga malam sekitar jam 8nan, dengan peristiwa tersasarnya rombongan ayah dan mamah entah ke mana? Tapi akhirnya datang juga mereka di kostku. Dan makan-makan besar bareng anak-anak kost. ^^b Yang terpenting bagiku di moment wisudaku (terutama di Fakultas) adalah ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA AKU PUNYA FOTO KELUARGA JUGA, YATTA!!!! Liat teman-teman pada punya foto keluarga, kadang buatku iri.huhuhu Biasanya tu kalo aku foto sama ayah terus mamah yang motoin, kalo foto ma mamah, ayah yang motoin. Teknologi zaman dulu belum canggeh meen. Yeap, inilah keluarga kecilku (Cuma aku, ayah, dan mamah). Mungkin ini beberapa hal yang pe...

Kucing Kampus

Entah, kabar dari kecoa mana? Tiba-tiba banyak yang bilang ke aku, klo aku sekarang beda kaya aku yang dulu. Aku yang sekarang pada bilang aku gak jelaslah, aku GJ-lah (oh sama ya?), aku sotoy lah, bahkan ada yang bilang aku stress. Beda banget kaya aku yang dulu, klo aku yang dulu lebih sopan, alim, suka nunduk-nudnuk kaya onta, pokoknya sosok laki-laki idaman lah. Sekarang? Wuiiih, percaya atau nggak, sekarang aku lebih gila men. Alias gila beneran. Terus aku berpikir, emangnya aku kenapa ya? Segera aku teringat tentang diagnosaku ketika masih nyantri di RSJ di daerah Jawa Timur. Di situ hasil tes menunjukan bahwa aku terindikasi DEPRESI. Hmmm, mungkin ini dia masalahnya. Ternyata waktu dua minggu belum cukup untuk memulihkan kondisi kejiwaanku. Sehingga masih bisa kumat sekarang. Obatku mulai jarang aku minum. Mungkin aku perlu kontrol lagi barangkali ada peningkatan dari depresi mengarah kepada skizofrenia. Hal ini tidak lah aneh karena  akhir-akhir ini aku sering memilik...

PsikoSeks : Gila-Gilaan liatin PSK

Skali lagi aku gak pernah ambil ni mata kuliah? Tapi aku rasa aku ingin berbicara tentang pembicaraan yang menarik ini. Seks, kebutuhan biologis manusia untuk melanjutkan keturunan dan spesiesnya. Jangan sampe spesies manusia punah sehingga tahun 3000 nanti bumi ini akan dihuni oleh para sinpanse. Mulai dari sinpanse yang jadi Polisi, jadi Presiden, hingga jadi psikolog. Kacau ... Yap, sore ini seperti biasa aku melakukan kegiatan rutinku, yaitu Bengong. Kali ini yang menjadi tempat bengongku adalah MAJT atau Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid yang luas ini sering menjadi tempat tujuan utama bagi mereka-mereka para mahasiswa yang sudah diwisuda. Aku gak ngerti kenapa? Pasti klo abis wisuda banyak teman-temanku atau senior-seniorku yang foto-foto ma keluarganya di sini? Mungkin karena juga masuknya murah klo pake kendaraan, yaitu motor roda dua cukup Rp 500,- Setelah maghrib tercetuslah insting liarku untuk melewati para PSK (Pekerja Seks Komersial) di sepanjang jalan antara stasiun ...