Langsung ke konten utama

Trauma Kereta Alay

Hwaaa, semalem habis ujan-ujanan ma Amin bis makan mie ayam, dan bajuku akhirnya sukses basah kuyup semua. Berhubung aku berpikir efisien so,celanaku aku jemur untuk aku pakai besok pagi ajah. haha Keren Boy, ujan-ujanannya... ^^b
Tadinya sabtu ini aku mau pulang lagi pagi-pagi ini, abis itu turun di Pacific Mall makan (apa minum ya?) Es Teller 77, maen-maen baru klo dah sore aku baru balik ke rumah. But, sepertinya gak jadi, coz 'dipaksa' ma MG (Mba Ganda) buat direbus sambil bawa panci (aku sebut ini Tragedi Teko Berujung Maut), hahaha... Aku gak terima ma Ririn (adek angkatan 2009-ku) yang bilang katane mau makan-makan ma MG sambil acara"kader-kaderan gitu dech", dan nyatanya aku yang akan direbus, dan parahnya aku suruh ngomong ntar dihadapan adek-adekku yang masih lugu-lugu itu. Ah, ngomong apa ya? cerita Harry Potter aja kali ya???
Sepertinya aku harus mengundur acara pulangku, semalem aku SMS-an ma Apri (temanku sespesies ujung kulon jawa tengah sana), nanyain tentang Kereta Api bernama Kaligung Ekonomi, terakhir aku tau, tu kereta harusnya sudah beroperasi sekarang pasaca Lebaran, tapi hampir sekarang gak ada kabar. (klo smsku terkesan normal, dan Apri terkesan alay, bukan berarti aku lebih normal, hanya saja henponku gak bisa nyimpen smsku yang telah terkirim, jadi aku tulis di sini smsku yang seingetku aja) ^^v
Aku : nanya dong, Kaligung Ekonomi beneran dah gak ada ya?
Apri : Dlu pas sptmbr, blgx b'operasi lg okt, ni dh okt, dgr2 bru nov b'oprasi lg... oiy,yg bsns it ketoe skrg d btasi kuota pnumpangx...
Aku : Bisnis?? Kereta Alay itu?
Apri : Eh? Alay sblh manax? wkwk...
Aku : Iyalah, sekarang keretanya aja gak lebih bagus dari ekonomi?? tapi, masih dipaksain berkelas bisnis? Ni kaya anak alay yang 'kampungan' tapi maksain gayanya biar keren. Lebih baik aku naik ekonominya aja. Ya itu bcandaanku ma sepupuku aja. Bukan mau nyindir fans-nya. hihi --v
Apri : haha, emang bgtu adax, sya jg mengakuiny,,, :D emang ekonomijaya bgt... naek yg bisnis kaligungmas dunxit bru joss, tp cm1gerbong,,, :D 
Aku : hah?? 1 gerbong?? kereta apa lagi ni? bukane sendiri-sendiri ya?
Apri : It, krta bisnis jlnx gandeng ma gerbong eksekutif kaligung mas,,, cm 2,5jam smrg-tgl, nyaman (klo g penuh)... eh g 1ding, dua gerbong :D
Aku : Jangan-jangan tu kereta eksekutif warna ijo yang aku liat waktu nongkrong di Bandara (elit banget ya pake nongkrong di Bandara?). Kereta ni tambah alay lama2 aku ga naek??
Apri : Hus sembarangan... yg ijo yg km liat it brti mang KALIGUNG bisnis, nah yg q maksud, beda lg, it sbnrx jdwal eksekutif ac KALIGUNG MAS tp dtmbhn gerbong bisnis beneran (bkn yg alay), non ac... d jajal ae, maknyus g pke brenti2 d bandara ap lg d tgah sawah... :D
Aku : Ah, udah ah tambah geli aku membayangkannta...
Apri : Jgn d bayangkan, imajinasimu terlalu tinggi, repot... :D
Kaligung Alay Sedang Melaju di Depan Bandara A.yani

Setelah ini sepertinya aku gak jadi naik kereta tu ntar klo pulang. Bener kata Apri, imajinasiku terlalu tinggi. Aku  akan lebih gak kuat lagi klo ternyata tu Kaligung, Alay beneran. Keretanya pake Poni, kaca depannya pake kacamata gede. Da tulisan QaLy9unk exprezzzz. Tiketnya
4lu, leh knln ga?
no.qursy u : 4Cakep
gErbOn9x : 2 sweet
CeLam4t men1km4ti
Muaaah
Xixixixi
AAAAARRRRGGGHHHH......
Tulisan ini bukan bermaksud menyindir, klo ada pihak-pihak yang terkait. Hanya saja, ini curaha hatiku (ce ileee), curahan hati seorang pelanggan Kaligung itu yang kini Trauma untuk berpergian  antara Semarang-Tegal atau sebaliknya dengan kereta itu. Sehingga sekarang pelanggannya (yaitu aku) memilih menggunakan bus, yang notabenenya agak mahal dikit, tapi sangat nyaman.
Iya Trauma, soalnya waktu itu (entah kapan aku lupa?) aku berniat pulang ke rumah dari perantauanku di Semarang. Seperti biasa aku menggunakan Kaligung Bisnis sore. Dan kebetulan ternyata aku sekuris dengan teman SMAku yang kuliah di UNNES. Awal keberangkatan sih gak ada masalah. Aku sudah kontak ayahku buat jemput di stasiun Tegal. Ya perjalanan awal dan tangah sampai Pekalongan pun lancar, seperti biasanya.
Namun, setelah mau masuk ke Pemalang tu kereta tiba-tiba berhenti. Aku kira ada kereta mau lewat. Tapi kok lama banget gak jalan-jalan ya? Ini aneh. Dan bener saja ternyata BAN KERETANYA BOCOOOR... Ya gak lah.. lebih tepatnya lokomotifnya mati. Huhuhu... padahal itu dah malem sekitar jam 6an gitulah. Samping kanan dan kiri yang dilihat cuman sawaaaah semua. Aduh, klo tiba-tiba ada perompak gimana ya? dan kita disandera??? (ni terlalu berlebihan)
Ya sudah akhirnya aku dan penumpang lain harus menunggu, sedangkan ayahku sudah berkali-kali mengontak aku. Aku lihat jam, ternyata sudah jam 9 malem, aku ulangi JAM 9 MALAAAM. Gila... apa perlu ni kereta kita dorong aja ya?? Tak berapa lama kemudian ada loko datang dan membawa kereta naas itu. Tapi gak jauh, hanya sampai stasiun terdekat saja. Dan kami harus menunggu lagi. Aduh seharusnya jam 7 tadi kami sudah sampai di tegal. Sekarang???
Aku udah mulai boring dan pasrah apa yang akan terjadi. Dan betul saja ternyata jam 10an kereta itu diderek lagi pakai loko lainnya. Dan hampir jam 11 kami baru sampai di Stasiun Tegal. huhuhuhu ...  Bayangin aja, jam 5 sore mpe 11 malem??? Gimana aku gak stresss??? 
Itu terakhir aku menggunakan jasa Kaligung Alay itu, meskipun seingetku aku pernah mencoba mengatasi hal itu, yaitu traumaku, tapi belum ada efek berarti.
Seperti sebelum  Ramadhan kemaren, ibuku akhirnya berhasil meyakinkan aku untuk menggunakan Kaligung lagi ke semarang, "Coba yang Ekonomi, enak kok keretanya, bagus lagi" iya sich emang bagus keretanya. Aku pernah liat waktu nganter ibu atau teman di waktu yang lain. Baiklah, aku pun luluh dan mengantri di stasiun Slawi. 

Antriannya lumayan panjang, sambil celingak-celinguk gitu, tiba-tiba aku dikejutkan makhluk yang sudah tidak asing bagiku. Yekti, adek angkatan 2007-ku, "Mas, nitip dong!!!" sambil meringis. Ni gak ada basa-basi, ga ada apa-apa, kaya Preman aja langsung, "Mas, nitip dong."
Di dalam kereta setelah keretanya dateng, aku bingung karena di tiket tertulis gerbong 1. Karena dalam benakku, masih tertanam kuat Kaligung Alay itu. Aku dengan keluguanku dengan instingku langsung menuju ke gerbong paling depan. Dan ternyata penuh, hmmm, tapi kayaknya gerbong sebelah masih lenggang. Akhirnya aku pun langsung dapat tempat duduk. Tempat duduknya kaya Busway gitu dech. Tapi..., masih ada perasaan gak tenang, karena tulisan gerbong 1 itu. Aku pun sms Yekti, yang entah di mana?
"Ni kereta duduknya bebas kan??? hehe.. aku dah lama ga naek kereta"
lama banget dia bales, dan aku akhirnya menemukan dia ddi gerbong belakang gerbongku, dia lagi asyik baca Novel. Hufff... baru 1 jam kemudian dia bales, "Sorry, gak tau ada sms, ita bebas, keep enjoy...:)"
Keep enjoy apaan??? aku dari tadi tu takut banget tau. Kali aja diusir
Petugas : Mas, gerbong berapa?
Aku : Gerbong 1, Pak
Petugas : Ini gerbong 2, mohon pindah ke Gerbong Anda.
huhuhuhu TT
Sumpah aku parno banget padahal sudah jelas itu kaligung Ekonomi, bukan bisnis (alay maksudku) ataupun eksekutif.
Kaligung Ekonomi

Perjalanan waktu itu cukup menyenangkan, meskipun panas dan ternyata gerbongnya penuh dengan penumpang berdesakan. Kali ini aku memaklumi karena ini kereta ekonomi. Daripada kereta alay, yang sudah bisnis tapi masih aja ada orang bergelantungan di pintu atau berkelekaran di lantai... huhuhuh. Padahal aku gak pernah bermasalah dengan kereta Api lain, seperti ketika aku ke jakarta dan menggunakan Cireks (Cirebon Ekspres).

Cireks naik dari Brebes bisa

Setelah aku seamat dari acara perebusanku pake panci oleh MG (umpamakan aja dia kaya nenek sihir ^^v) aku pun langsung melaju ke agen Nusantara (dengan sebelumnya berkejar-kejaran dengan Bocah Lucu (Baca : Amal (adek angkatan 2008-ku)) dan aku berhasil melarikan diri dari dia dengan menuju kuburan) yang ada di Tempat Lokalisasi PSK Sunan Kuning, lho? hehe beneran soale agen Nusantara tuh deket ma tu tempat. Akhirnya aku bisa pulang lagi, meskipun gak jadi naik kereta, tapi pake bus seperti biasa. Nusantara, busnya enak dapet minum lagi sebotol. Mahal dikit gak papa lah, yang penting aku bisa tidur nyenyak. But, ada satu masalah juga klo aku pake bus, aku masih sering mabok (bukan karena miras ya) klo naek kendaraan yang jalan di jalan raya. Aku belum bisa meninggalkan dopingku, yaitu ANTIMO. Ya meskipun aku tertidur, tapi ketika sampe paling ga udah suegerr.
Banyak kenangan aku dan kereta alay itu. Seperti bertemu teman-teman lama semasa SMA, SMP, guru SD, teman-teman sekampus (termasuk Apri, yang waktu itu ketemu ge telpon terus cuman dadah-dadah doang, abis itu nelpon lagi, huhuhu aku dicuekin). Juga ketemu ma kejadian-kejadian unik kaya orang salah naik kereta (harusnya ke Pekalongan, tapi malah naiknya ke Solo, emang sih kereta ke Solo juga sama alaynya).
Baiklah, Ntar Pri dan kawand-kawandku semua aku akan mengatasi traumaku ini setelah lulus nanti, do'akan ya ... Jeng Jeng Jeng. Sekarang kata Apri, Kaligung alay itu dibatasi untuk 30 penumpang, penumpang harus diaudisi terlebih dahulu untuk dapat menaikinya. hmmm, kaya Indonesian Odol aja ya? Setidaknya aku masih lebih baik daripada teman-temanku yang seumur hidup belum pernah merasakan yang namanya naik kereta Api, kaya Amin.hehe

Klo Amin baca ini, aku ingin berpesan, "Min, itu yang namanya kereta" wkwkwk

Naik Kereta Alay tut tut tut
Siapa hendak naik...

Listen you on the next




Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKHIRNYA PUNYA FOTO KELUARGA JUGAAAAAA!!!

Akhirnya Wisuda jugaaaaaa!!!!!   Meskipun sempet miskom sama Ayah, yang berakibat gak datangnya orang tuaku ketika wisuda di Universitas. TT juga. Berangkat sendirian, celingak and celinguk sendirian, sementara yang lain pada didampingi. Padahal ayah pengen banget liat aku pake Toga. Fiiiiuuh… Tapi sudahlah, cukup ada fotonya, kata Ayah. Tapi, mereka datang juga malam sekitar jam 8nan, dengan peristiwa tersasarnya rombongan ayah dan mamah entah ke mana? Tapi akhirnya datang juga mereka di kostku. Dan makan-makan besar bareng anak-anak kost. ^^b Yang terpenting bagiku di moment wisudaku (terutama di Fakultas) adalah ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA AKU PUNYA FOTO KELUARGA JUGA, YATTA!!!! Liat teman-teman pada punya foto keluarga, kadang buatku iri.huhuhu Biasanya tu kalo aku foto sama ayah terus mamah yang motoin, kalo foto ma mamah, ayah yang motoin. Teknologi zaman dulu belum canggeh meen. Yeap, inilah keluarga kecilku (Cuma aku, ayah, dan mamah). Mungkin ini beberapa hal yang pe...

Kucing Kampus

Entah, kabar dari kecoa mana? Tiba-tiba banyak yang bilang ke aku, klo aku sekarang beda kaya aku yang dulu. Aku yang sekarang pada bilang aku gak jelaslah, aku GJ-lah (oh sama ya?), aku sotoy lah, bahkan ada yang bilang aku stress. Beda banget kaya aku yang dulu, klo aku yang dulu lebih sopan, alim, suka nunduk-nudnuk kaya onta, pokoknya sosok laki-laki idaman lah. Sekarang? Wuiiih, percaya atau nggak, sekarang aku lebih gila men. Alias gila beneran. Terus aku berpikir, emangnya aku kenapa ya? Segera aku teringat tentang diagnosaku ketika masih nyantri di RSJ di daerah Jawa Timur. Di situ hasil tes menunjukan bahwa aku terindikasi DEPRESI. Hmmm, mungkin ini dia masalahnya. Ternyata waktu dua minggu belum cukup untuk memulihkan kondisi kejiwaanku. Sehingga masih bisa kumat sekarang. Obatku mulai jarang aku minum. Mungkin aku perlu kontrol lagi barangkali ada peningkatan dari depresi mengarah kepada skizofrenia. Hal ini tidak lah aneh karena  akhir-akhir ini aku sering memilik...

PsikoSeks : Gila-Gilaan liatin PSK

Skali lagi aku gak pernah ambil ni mata kuliah? Tapi aku rasa aku ingin berbicara tentang pembicaraan yang menarik ini. Seks, kebutuhan biologis manusia untuk melanjutkan keturunan dan spesiesnya. Jangan sampe spesies manusia punah sehingga tahun 3000 nanti bumi ini akan dihuni oleh para sinpanse. Mulai dari sinpanse yang jadi Polisi, jadi Presiden, hingga jadi psikolog. Kacau ... Yap, sore ini seperti biasa aku melakukan kegiatan rutinku, yaitu Bengong. Kali ini yang menjadi tempat bengongku adalah MAJT atau Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid yang luas ini sering menjadi tempat tujuan utama bagi mereka-mereka para mahasiswa yang sudah diwisuda. Aku gak ngerti kenapa? Pasti klo abis wisuda banyak teman-temanku atau senior-seniorku yang foto-foto ma keluarganya di sini? Mungkin karena juga masuknya murah klo pake kendaraan, yaitu motor roda dua cukup Rp 500,- Setelah maghrib tercetuslah insting liarku untuk melewati para PSK (Pekerja Seks Komersial) di sepanjang jalan antara stasiun ...