Langsung ke konten utama

Uang vs barter


25 Mei 2012, 08.45 WIB, lantai 2 Dekanat Fakultas,nunggui tas ma laptop

Uang, uang, uang, manusia itu butuh uang ya buat membeli apa yang dia butuhkan atau apa yang dia inginkan. Kenapa sih harus pakai uang? Kenapa gak pakai system barter saja seperti orang-orang dulu, pakai tulang, daging, hasil alam, atau apalah. Asyik mungkin ya kalau system barter itu masih berlaku sampai sekarang, mau bayar SPP misalnya tinggal bawa ayam titipan mamah, “Nak, ini ayam buat bayar SPP.” Mau beli mobil tinggal barter pakai sapi limosin misalnya, asyik deh kayaknya. Kenapa ya harus pakai uang?
Buat beli buku ini aja harus pakai uang, mau buang air kecil atau besar di toilet aja harus bayar pakai uang. Coba kalau buang air kecil di toilet umum tinggal barter pakai jeruk misalnya. Kadang uang memang bikin pusing ya. Mungkinkah kita tidak usah memikirkan uang? Sehingga tidak orang stres gara-gara gak punya uang, sehingga mamah ma ayah gak perlu ribut nyuruh aku cepet lulus. Atau aku sendiri gak usah pusing bagaimana caranya memenuhi kebutuhan hidupku sendiri, mau beli makan tinggal barter pakai buku misalnya (buku banyak tuh di lemari). Semuanya kenapa serba uang?
Suami istri bisa ribut dan gak harmonis juga karena uang, aku gak ngerti bagaimana ceritanya hingga masalah uang, dua orang bisa jadi gak akur, hanya karena masalah kertas bergambar atau logam bergambar dan bertuliskan angka, orang bisa jadi marahan. Padahal kalau dipikir pun, rasanya uang hanya masalah kecil dari seribu masalah lain yang dihadapi orang, masih ada masalah moralitas misalnya, konser Lady Gaga aja pasti juga ujung-ujungnya duit.
Tapi manusia itu punya akal yang terus berkembang seiring perkembangan zaman. Dari dulu di mana untuk berpergian menggunakan onta sekarang ke mana-mana bisa pakai mobil, coba bayangkan kalau mau berangkat kerja aja seorang direktur sebuah perusahaan menggunakan onta, entahlah mungkin gak aka nada ceritanya kantor mulai bekerja jam delapan. Atau mau ngirim motor ke luar kota, kontainernya harus ditarik dengan gajah, gak kebayang berapa jumlah gajah yang dibutuhkan.
Mikirin uang juga harus mikirin bagaimana cara mendapatkannya? Dari cara yang halal sampai cara yang haram, orang bisa melakukan segala hal untuk mendapatkan uang. Sampai maling pun nekat nyuri buat dapetin uang, meskipun konsekuensinya dia bakalan digebugin orang-orang.
Buku-buku motivasi sekarang pun tidak pernah lepas dari yang namanya uang. Pencapaian kesuksesan yang kemudian ujung-ujungnya uang.
Persepsi uang antara orang satu dengan lainnya pun pasti berbeda-beda, uang Rp 100 yang bagi kita gak ada manfaatnya, bagi seorang pengems itu sangat berarti. Atau dalam konteks waktu tertentu, di suatu waktu mungkin uang Rp 100 tidak berarti tapi di waktu lain ketika mau bayar parkir dan ternyata uangnya cuman Rp 400 pasti bingung deh.
Ya bagaimana pun uang akan tetap menjadi kebutuhan hidup manusia untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Hanya saja persepsi tentang uang, bagaiamana cara memadang uang itu yang perlu kita perbaiki. Jangan sampai uang menjadi sumber masalah dalam kehidupan manusia, jangan sampai persaudaraan terputus hanya karena masalah uang.
Kata ayahku, “waktu adalah uang, kalau kamu menyia-nyiakan uang, berarti kamu menyia-nyiakan waktu.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKHIRNYA PUNYA FOTO KELUARGA JUGAAAAAA!!!

Akhirnya Wisuda jugaaaaaa!!!!!   Meskipun sempet miskom sama Ayah, yang berakibat gak datangnya orang tuaku ketika wisuda di Universitas. TT juga. Berangkat sendirian, celingak and celinguk sendirian, sementara yang lain pada didampingi. Padahal ayah pengen banget liat aku pake Toga. Fiiiiuuh… Tapi sudahlah, cukup ada fotonya, kata Ayah. Tapi, mereka datang juga malam sekitar jam 8nan, dengan peristiwa tersasarnya rombongan ayah dan mamah entah ke mana? Tapi akhirnya datang juga mereka di kostku. Dan makan-makan besar bareng anak-anak kost. ^^b Yang terpenting bagiku di moment wisudaku (terutama di Fakultas) adalah ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA AKU PUNYA FOTO KELUARGA JUGA, YATTA!!!! Liat teman-teman pada punya foto keluarga, kadang buatku iri.huhuhu Biasanya tu kalo aku foto sama ayah terus mamah yang motoin, kalo foto ma mamah, ayah yang motoin. Teknologi zaman dulu belum canggeh meen. Yeap, inilah keluarga kecilku (Cuma aku, ayah, dan mamah). Mungkin ini beberapa hal yang pe...

Kucing Kampus

Entah, kabar dari kecoa mana? Tiba-tiba banyak yang bilang ke aku, klo aku sekarang beda kaya aku yang dulu. Aku yang sekarang pada bilang aku gak jelaslah, aku GJ-lah (oh sama ya?), aku sotoy lah, bahkan ada yang bilang aku stress. Beda banget kaya aku yang dulu, klo aku yang dulu lebih sopan, alim, suka nunduk-nudnuk kaya onta, pokoknya sosok laki-laki idaman lah. Sekarang? Wuiiih, percaya atau nggak, sekarang aku lebih gila men. Alias gila beneran. Terus aku berpikir, emangnya aku kenapa ya? Segera aku teringat tentang diagnosaku ketika masih nyantri di RSJ di daerah Jawa Timur. Di situ hasil tes menunjukan bahwa aku terindikasi DEPRESI. Hmmm, mungkin ini dia masalahnya. Ternyata waktu dua minggu belum cukup untuk memulihkan kondisi kejiwaanku. Sehingga masih bisa kumat sekarang. Obatku mulai jarang aku minum. Mungkin aku perlu kontrol lagi barangkali ada peningkatan dari depresi mengarah kepada skizofrenia. Hal ini tidak lah aneh karena  akhir-akhir ini aku sering memilik...

PsikoSeks : Gila-Gilaan liatin PSK

Skali lagi aku gak pernah ambil ni mata kuliah? Tapi aku rasa aku ingin berbicara tentang pembicaraan yang menarik ini. Seks, kebutuhan biologis manusia untuk melanjutkan keturunan dan spesiesnya. Jangan sampe spesies manusia punah sehingga tahun 3000 nanti bumi ini akan dihuni oleh para sinpanse. Mulai dari sinpanse yang jadi Polisi, jadi Presiden, hingga jadi psikolog. Kacau ... Yap, sore ini seperti biasa aku melakukan kegiatan rutinku, yaitu Bengong. Kali ini yang menjadi tempat bengongku adalah MAJT atau Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid yang luas ini sering menjadi tempat tujuan utama bagi mereka-mereka para mahasiswa yang sudah diwisuda. Aku gak ngerti kenapa? Pasti klo abis wisuda banyak teman-temanku atau senior-seniorku yang foto-foto ma keluarganya di sini? Mungkin karena juga masuknya murah klo pake kendaraan, yaitu motor roda dua cukup Rp 500,- Setelah maghrib tercetuslah insting liarku untuk melewati para PSK (Pekerja Seks Komersial) di sepanjang jalan antara stasiun ...