Langsung ke konten utama

Melankoli Ramadhan

Ramadhan, gak tau kenapa ramadhan kali ini tuh rasanya ada yang aneh. Ada yang berbeda, ada yang tidak biasa. Dulu kalau aku inget, waktu pertama masuk ke Psikologi UNDIP, juga menjelang ramadhan, dan itu ramadhan pertamaku jauh dari rumah. Ikut-ikutan jadi panitia ramadhannya salah satu UPK Kerohanian Islam di kampus. Tapi, karena masih tidak ingin jauh dari rumah, aku menyempatkan diri buat pulang ke rumah pas waktu ada bakti sosial. Kalau gak pulang ke rumah, aku ke rumah Budhe di daerah Tanah Mas. Masih tetap ada cerita yang menarik karena disibukan dengan aktivitas ramadhan di kampus. Apalagi sebagai mahasiswa baru, hal ini adalah sesuatu yang menantang.
Tahun kedua aku yang dipilih jadi ketua panitia Ramadhan, dan aku jatuh sakit dan diopname di rumah sakit. Meskipun banyak menyarankan aku untuk tidak berpuasa, aku tetep aja maksain diri buat puasa, eh kuat juga kok. Mulailah dengan berbagai macam aktivitas kampus di bulan Ramadhan, dari buka bersama, sampai bakti sosial. Tahun ketiga dan keempat, masih ada kegiatan berarti di bulan Ramadhan di kampus, gak jauh beda sama tahun kemarin hanya lebih terasa dengan berbagai macam hiasan dan kemeriahan.
Tahun kelima, mulai sepi nih dari eksistensi kegiatan ramadhan, dan sempet melalui ramadhan di Jakarta untuk mengikuti sebuah pelatihan untuk membangun link demi skripsi yang aku akan kerjakan (meskipun ke depan ternyata materi itu tidak jadi menjadi tema skripsiku). Hujan-hujanan, merasakan panasnya Jakarta, sampe terjebak macet di Jakarta aku rasakan. Paling menarik ketika akan pulang, aku ditinggal sampai sore sama temenku di kawasan monas (kereta apinya baru berangkat nanti malam sekitar . Ya akhirnya aku muter-muteri kawasan monas sampe bosen. Menjelang jum'atan (karena waktu itu hari jum'at) aku jum'atan di masjid istiqlal, wuiiiiih ramainya. Sampe sore sekitar jam 4an habis asahar aku baru ke Gambir. Pulang deh pas isya.
Tahun keenam, sudah mulai aktif jadi panitia ramadhan di masjid al-azhar (eh tahun kemarennya aku udah aktif, tapi belum aktif-aktif banget). ya markirin motor sama mobil. Mungkin kegiatan berkesan adalah ketika diminta sama bu Darosy bareng mas Mul ama Faiz ama anak-anak Ethos nyelenggarain acara buka bareng sekaligus penerimaan penghargaan dari Dompet Dhuafa atas inspirasi dakwahnya. Waaah, kereeen deh, yang penting aku bisa mainan Lift di Balai Kota sampe puas, naik turun naik turun, loncat-loncat di lift, berkelekaran di lift, hahaha kaya orang stres. Dan lebih penting adalah ramadhan tahun itu adalah titik awal perjuanganku di skripsi, ^^b mantaaap...
Tahun ketujuh atau tahun ini, uh entah kenapa serasa ada yang gak biasa. Hari-hari aku lalui dengan sesuatu yang bernama skripsi untuk menghilangkan kegalauanku. Ah, rasanya aku ingin teriaaaaak!!!! Jujur jadi gak optimal ibadahnya di bulan ini, bayangin aja, tarawih bersama selama ini baru satu kali waktu ada tarawih bersama dengan Psikologi. Perjuangan, kegaluaan, kecemasan, dan lain sebagainya bercampur aduk di bulan ini. dan yang paling mengena adalah kenyataan bahwa ramadhan ini terasa olehku sepi, mungkin bareng sama liburan kali ya? Satu hal yang aku pikirkan saat ini adalah, aku ingin mengakhiri semuanya dan memulai sesuatu yang baru. ^^b
(9 Agustus 2012, pukul 11.55, perpustakaan kampus Psikologi, menanti jadwal sidang)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKHIRNYA PUNYA FOTO KELUARGA JUGAAAAAA!!!

Akhirnya Wisuda jugaaaaaa!!!!!   Meskipun sempet miskom sama Ayah, yang berakibat gak datangnya orang tuaku ketika wisuda di Universitas. TT juga. Berangkat sendirian, celingak and celinguk sendirian, sementara yang lain pada didampingi. Padahal ayah pengen banget liat aku pake Toga. Fiiiiuuh… Tapi sudahlah, cukup ada fotonya, kata Ayah. Tapi, mereka datang juga malam sekitar jam 8nan, dengan peristiwa tersasarnya rombongan ayah dan mamah entah ke mana? Tapi akhirnya datang juga mereka di kostku. Dan makan-makan besar bareng anak-anak kost. ^^b Yang terpenting bagiku di moment wisudaku (terutama di Fakultas) adalah ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA AKU PUNYA FOTO KELUARGA JUGA, YATTA!!!! Liat teman-teman pada punya foto keluarga, kadang buatku iri.huhuhu Biasanya tu kalo aku foto sama ayah terus mamah yang motoin, kalo foto ma mamah, ayah yang motoin. Teknologi zaman dulu belum canggeh meen. Yeap, inilah keluarga kecilku (Cuma aku, ayah, dan mamah). Mungkin ini beberapa hal yang pe...

Kucing Kampus

Entah, kabar dari kecoa mana? Tiba-tiba banyak yang bilang ke aku, klo aku sekarang beda kaya aku yang dulu. Aku yang sekarang pada bilang aku gak jelaslah, aku GJ-lah (oh sama ya?), aku sotoy lah, bahkan ada yang bilang aku stress. Beda banget kaya aku yang dulu, klo aku yang dulu lebih sopan, alim, suka nunduk-nudnuk kaya onta, pokoknya sosok laki-laki idaman lah. Sekarang? Wuiiih, percaya atau nggak, sekarang aku lebih gila men. Alias gila beneran. Terus aku berpikir, emangnya aku kenapa ya? Segera aku teringat tentang diagnosaku ketika masih nyantri di RSJ di daerah Jawa Timur. Di situ hasil tes menunjukan bahwa aku terindikasi DEPRESI. Hmmm, mungkin ini dia masalahnya. Ternyata waktu dua minggu belum cukup untuk memulihkan kondisi kejiwaanku. Sehingga masih bisa kumat sekarang. Obatku mulai jarang aku minum. Mungkin aku perlu kontrol lagi barangkali ada peningkatan dari depresi mengarah kepada skizofrenia. Hal ini tidak lah aneh karena  akhir-akhir ini aku sering memilik...

Belajar Nganggur Kaya Miyabi

Pada kesempatan kali ini aku mau nulis tentang bo… (bukan) boring . Hehe ^^v   23 Agustus 2012, pukul 05.05 WIB, gerbong 1 no.11B Kelas Eksekutif   (ce ileh nggaya) KA Kaligung Mas. Ye dapetnya yang nomer ini, gerbong ini. Syukuri aje deh, jarang-jarang naik kelas eksekutif.haha… Gerbongny asyik, meskipun tadi aku harus menahan sedikit malu karena gak berhasil muter kursi,hihi…Pa lagi yang sebangku sama aku cewek,xixixi... So far, enak buat nyender, apalagi tidur. Pintunya gak manual gesernya, tapi ada tombol kecil buat mbuka secara otomatis, pantes tadi ta geser-geser gak bisa-bisa,hehe… Asli keliatan ndesa banget naik eksekutif. Belum pengin tidur di gerbong yang dingin ini, meskipun semalem main timpuk-timpukan sama nyamuk sekitar jam setengah 12 sampe jam 1an. Hadeeeh… Well, akhirnya berangkat lai ke Semarang, setelah kemarin-kemarin merasakan kondisi emptiness di rumah gara-gara gak punya kegiatan yang berarti. Yap, inikah yang namanya nganggur, oh inikah n...