Langsung ke konten utama

Tak Seperti Dulu

"Mau sampai kapan kamu di Jakarta, Ed?" Tanyaku ke Ediwan.

Semuanya sudah banyak berubah, sejak kami lulus dari S1. Aku kuliah S2 di UGM sama nyambi-nyambi ngajar, Ediwan menjadi seorang staf di biro Psikologi Jakarta, Amin berkeluarga dan hidup di Sumatera, dan Agung berkeluarga dan bekerja di sebuah perusahaan makanan di Ungaran. Rasanya sudah lama kami tak berjumpa bersama. Peran dan setiap cerita telah mengubah banyak hal dari kami. Aku sadar bahwa waktu telah berjalan cukup lama di belakang kami dan di belakangku.
Pertemuanku dengan Ediwan sabtu siang itu di Rumah Sakit Karyadi Semarang memberi arti tersendiri. Sepertinya di tanggal yang sama di tahun kemarin, kami sempat bertemu di Jogja, saat ketika aku dalam puncak kegalauanku. 
"Tau nggak sih?" Kataku ke Ediwan, " Ketika orang-orang pada jalan-jalan di mall, di Simpang Lima, kenapa kita malah jalan-jalan di Rumah Sakit Ed????"
"Lha, mbuh owg koe?"
"Hadeeeh, emang Semarang nggak ada tempat lain kah?"
Iya, kenapa kami malah jalan-jalan di Rumah Sakit ya? Bersama Ediwan atau kadang dengan lainnya, kami sudah pernah berkunjung ke beberapa tempat yang sejatinya bukan buat jalan-jalan tetapi oleh kami seperti kaya tempat wisata. Pernah kami jalan-jalan dari satu stasiun ke stasiun lain di dalam kota Semarang (https://www.youtube.com/watch?v=Edz0FD0qyo8), pernah juga cuma lewat kawasan prostitusi, pasar hewan, atau sekedar wisata kuliner yang tempatnya aneh-aneh. Dan sekarang, di sinilah kami, di Rumah Sakit.
"Tau nggak Ed, yang dirawat di situ siapa aja?" Kataku sambil nunjuk sebuah ruangan bertuliskan 'Kedokteran Nuklir'.
"Sopo Sal?"
"Wolverine, X-Men, Iron Man, dkk."
"Matamu..."
"Hehehe... lho nuklir owg."
"hahaha"
"Tapi rumah sakit ini udah banyak yang berubah ya?"
"Emang koe pernah mlebu?"
"Belum, hehe"
"Wooo... Nang bagian jantung yuk Sal,"
"Ngopo lho?"
"Wis, ayoo."

Perjalanan kami terhenti di sebuah kantin kecil di tengah-tengah rumah sakit untuk makan siang.  
"Piye ngajarmu?"
"Oh, menyenangkan ..."
"Setiap hari apa tho koe lek ngajar?"
"Aku minta senin aja, biar selebihnya aku masih bisa balik ke Jogja. Aku tidak mau jadi dosen tetap di sana..."
"Lho nopo?"
"Gak papa, cuma pengin keluar dari rumah aja."
"Koe ki, ketika yang lain pada bingung nggolei gawean, koe malah nolak."
"Lagian Bapakku juga nyuruh aku gitu kok."
"Terus tesismu piye?"
"Kemarin habis Seminar Hasil, ya agak shock sih, aku terlalu terburu-buru jadi banyak kritikan. Tapi aku ya sudah bingung, Ed, mau aku apakan lagi tesisku?"
"Wah, cerdas koe Sal..."
"Lha piye? Aku buntu owg."

Sejenak kami hening dalam makan siang kami. Beberapa mas-mas berseragam jas putih datang dan loncat-loncat, nggak, mereka jalan kaki kok, hehe 
"Mau sampai kapan kamu di Jakarta, Ed?" Tanyaku ke Ediwan.
 " .... " Matanya menghindari tatapanku, "Belum tau, Cal"
"Nggak pengin balik Semarang?"
"Pengin sih, tapi ono gak tempat kerja sing iso bayar aku setara koyo nang Jakarta?"
"Gak tau..."
"Sepurmu jam piro?"
"Jam 14.00 soko Poncol."
"Iki jam piro? Sejam neh."
"Ya udah yuk."
"Motormu nandi?"
"Aku gak bawa motor, aku kan ke Semarang pake bus, makane aku minta dirimu bawa helm."
"Wooo, ta kiro. yo wis ayo,"

Ediwan mengantarku ke stasiun Poncol. Setalah lari-lari kecil aku akhirnya bisa mengejar kereta api Tawang Jaya yang 5 menit lagi akan berangkat.
"Udah di kereta Ed, makasie ya, maap ngerepotke." smsku ke Ediwan.
"Yo gpp"

Waktu sudah berjalan maju meninggalkan banyak cerita di belakang. Aku pun telah banyak belajar untuk bertumbuh. Melihat tulisan-tulisanku di blog ini, rasa-rasanya aku bukan seorang mahasiswa S1 lagi seperti dulu. Kegalauanku bukan lagi persoalan skripsi atau cari kerja, tetapi lebih dari itu semua dan jauh lebih filosofis, *mudeng gak??? hmmm ya sudah* Kata temanku, ketika SMA ujian yang paling kita takuti adalah ujian matematika, tapi setelah dewasa ujian yang kita takuti adalah ujian kesendirian. ya ya ....
Beberapa hari lalu aku membuka blog  ini lagi dan membaca-bacanya. Rasanya kaya mengunjungi rumah lama yang sudah tidak aku tempati. Jadi, musti bersih-bersih, ngusir kecoa terbang, memburu roh-roh jahat, menumpas kejahatan, membela kebenaran, #lho... Rasanya pengin nulis di blog ini lagi, cerita tentang dunia yang sejauh ini telah banyak berubah. Aku tanggalkan kegalauanku yang dulu dan mencoba belajar berpijak pada sesuatu yang lebih bermakna. *MasyaAlloh bahasane...*
Coba lihat tulisanku yang lalu, semuanya bercerita tentang haha hihinya masa kuliah. Sayangnya kuliah S2 itu berbeda, kita harus lebih mandiri dan dewasa dibandingkan S1. Dulu teman-teman izin gak ikut ngerjain tugas karena ada acara organisasi, atau males, tetapi di S2 mereka izin gak ikut garap tugas karena jagain anaknya, ada pekerjaan di kantor, dan sebagainya. Semua ini juga akan berubah, kawan, tinggal kitanya aja yang mau ikut berubah atau tetap dengan kita yang lama. Pilihannya tinggal kita mau berubah jadi Ultraman, Ksatria Baja Hitam, Power Ranger, atau Super Siaya? hehe bukan itu... Perubahan itu juga ada dua, menjadi lebih baik atau lebih buruk? *Waar biasaaa bahasanya* *Ta timpuk pake bakyak ntar lu.*
Ini pun setelah, Alhamdulillah, aku ujian tesis. Cekikin sendiri baca tulisanku dulu. "MasyaAlloh, aku kok malu-maluin ya dulu?" hehe But, aku juga gak tega buat hapus ini blog, biarlah jadi prasasti, halah. Mungkin kalau blog ini dijadiin sebuah film, mungkin aku pengin menjadikan sekuel kedua. hehe 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKHIRNYA PUNYA FOTO KELUARGA JUGAAAAAA!!!

Akhirnya Wisuda jugaaaaaa!!!!!   Meskipun sempet miskom sama Ayah, yang berakibat gak datangnya orang tuaku ketika wisuda di Universitas. TT juga. Berangkat sendirian, celingak and celinguk sendirian, sementara yang lain pada didampingi. Padahal ayah pengen banget liat aku pake Toga. Fiiiiuuh… Tapi sudahlah, cukup ada fotonya, kata Ayah. Tapi, mereka datang juga malam sekitar jam 8nan, dengan peristiwa tersasarnya rombongan ayah dan mamah entah ke mana? Tapi akhirnya datang juga mereka di kostku. Dan makan-makan besar bareng anak-anak kost. ^^b Yang terpenting bagiku di moment wisudaku (terutama di Fakultas) adalah ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA AKU PUNYA FOTO KELUARGA JUGA, YATTA!!!! Liat teman-teman pada punya foto keluarga, kadang buatku iri.huhuhu Biasanya tu kalo aku foto sama ayah terus mamah yang motoin, kalo foto ma mamah, ayah yang motoin. Teknologi zaman dulu belum canggeh meen. Yeap, inilah keluarga kecilku (Cuma aku, ayah, dan mamah). Mungkin ini beberapa hal yang pe...

Kucing Kampus

Entah, kabar dari kecoa mana? Tiba-tiba banyak yang bilang ke aku, klo aku sekarang beda kaya aku yang dulu. Aku yang sekarang pada bilang aku gak jelaslah, aku GJ-lah (oh sama ya?), aku sotoy lah, bahkan ada yang bilang aku stress. Beda banget kaya aku yang dulu, klo aku yang dulu lebih sopan, alim, suka nunduk-nudnuk kaya onta, pokoknya sosok laki-laki idaman lah. Sekarang? Wuiiih, percaya atau nggak, sekarang aku lebih gila men. Alias gila beneran. Terus aku berpikir, emangnya aku kenapa ya? Segera aku teringat tentang diagnosaku ketika masih nyantri di RSJ di daerah Jawa Timur. Di situ hasil tes menunjukan bahwa aku terindikasi DEPRESI. Hmmm, mungkin ini dia masalahnya. Ternyata waktu dua minggu belum cukup untuk memulihkan kondisi kejiwaanku. Sehingga masih bisa kumat sekarang. Obatku mulai jarang aku minum. Mungkin aku perlu kontrol lagi barangkali ada peningkatan dari depresi mengarah kepada skizofrenia. Hal ini tidak lah aneh karena  akhir-akhir ini aku sering memilik...

PsikoSeks : Gila-Gilaan liatin PSK

Skali lagi aku gak pernah ambil ni mata kuliah? Tapi aku rasa aku ingin berbicara tentang pembicaraan yang menarik ini. Seks, kebutuhan biologis manusia untuk melanjutkan keturunan dan spesiesnya. Jangan sampe spesies manusia punah sehingga tahun 3000 nanti bumi ini akan dihuni oleh para sinpanse. Mulai dari sinpanse yang jadi Polisi, jadi Presiden, hingga jadi psikolog. Kacau ... Yap, sore ini seperti biasa aku melakukan kegiatan rutinku, yaitu Bengong. Kali ini yang menjadi tempat bengongku adalah MAJT atau Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid yang luas ini sering menjadi tempat tujuan utama bagi mereka-mereka para mahasiswa yang sudah diwisuda. Aku gak ngerti kenapa? Pasti klo abis wisuda banyak teman-temanku atau senior-seniorku yang foto-foto ma keluarganya di sini? Mungkin karena juga masuknya murah klo pake kendaraan, yaitu motor roda dua cukup Rp 500,- Setelah maghrib tercetuslah insting liarku untuk melewati para PSK (Pekerja Seks Komersial) di sepanjang jalan antara stasiun ...