Langsung ke konten utama

Postingan

Belajar Nganggur Kaya Miyabi

Pada kesempatan kali ini aku mau nulis tentang bo… (bukan) boring . Hehe ^^v   23 Agustus 2012, pukul 05.05 WIB, gerbong 1 no.11B Kelas Eksekutif   (ce ileh nggaya) KA Kaligung Mas. Ye dapetnya yang nomer ini, gerbong ini. Syukuri aje deh, jarang-jarang naik kelas eksekutif.haha… Gerbongny asyik, meskipun tadi aku harus menahan sedikit malu karena gak berhasil muter kursi,hihi…Pa lagi yang sebangku sama aku cewek,xixixi... So far, enak buat nyender, apalagi tidur. Pintunya gak manual gesernya, tapi ada tombol kecil buat mbuka secara otomatis, pantes tadi ta geser-geser gak bisa-bisa,hehe… Asli keliatan ndesa banget naik eksekutif. Belum pengin tidur di gerbong yang dingin ini, meskipun semalem main timpuk-timpukan sama nyamuk sekitar jam setengah 12 sampe jam 1an. Hadeeeh… Well, akhirnya berangkat lai ke Semarang, setelah kemarin-kemarin merasakan kondisi emptiness di rumah gara-gara gak punya kegiatan yang berarti. Yap, inikah yang namanya nganggur, oh inikah n...

Sidang H-1

Dari kemaren beberapa orang sms aku, intinya "selamat/ sukses sidang skripsi besok pagi ya" aku malah parno, "apa aku salah liat tanggalan ya?" haduh gawat nih kalo ternyata hari ini hari kamis. Tapi aku liat lagi baik-baik tanggalan, sampe aku pentelengin, "bener kok, hari kamis tu besok" aduh kok jadi parno. Pagi-pagi banget aku ke kampus, dan ternyata sepi. ALhamdulillah, iya dosen-dosen termasuk dosbingku juga ge pergi ke Kudus, syukurlah. Bimbingan terakhir sebelum sidang kemarin diwarnai dengan banyak ralat, beberapa hal dari skripsiku harus diralat lagi dan dibawa ketika sidang, seperti kesimpulan dan saran. Tapi sampai detik ini aku sangat malas untuk mengerjakannya lagi, entahlah mungkin aku gak lulus jadi anggota pramuka, hehe apa hubungannya ya??? SELAMAT HARI PRAMUKA!!! Well, banyak orang yang bilang kalai menjelang sidang skripsi itu biasanya diwarnai dengan banyak hal, misalnya sakit,  mimpi sidang, atau banyak hal lain yang mungkin terj...

Melankoli Ramadhan

Ramadhan, gak tau kenapa ramadhan kali ini tuh rasanya ada yang aneh. Ada yang berbeda, ada yang tidak biasa. Dulu kalau aku inget, waktu pertama masuk ke Psikologi UNDIP, juga menjelang ramadhan, dan itu ramadhan pertamaku jauh dari rumah. Ikut-ikutan jadi panitia ramadhannya salah satu UPK Kerohanian Islam di kampus. Tapi, karena masih tidak ingin jauh dari rumah, aku menyempatkan diri buat pulang ke rumah pas waktu ada bakti sosial. Kalau gak pulang ke rumah, aku ke rumah Budhe di daerah Tanah Mas. Masih tetap ada cerita yang menarik karena disibukan dengan aktivitas ramadhan di kampus. Apalagi sebagai mahasiswa baru, hal ini adalah sesuatu yang menantang. Tahun kedua aku yang dipilih jadi ketua panitia Ramadhan, dan aku jatuh sakit dan diopname di rumah sakit. Meskipun banyak menyarankan aku untuk tidak berpuasa, aku tetep aja maksain diri buat puasa, eh kuat juga kok. Mulailah dengan berbagai macam aktivitas kampus di bulan Ramadhan, dari buka bersama, sampai bakti sosial. Tahu...

Galau level 2

Ada dua kabar, pertama kabar baiknya adalah, Alhamdulillah, ayam di rumahku dah mau bertelor lagi, hehe bukan ding. Alhamdulillah, aku dah daftar sidang skripsi, meskipun dengan skripsiku yang acak adul gak karuan, penuh tambalan di mana-mana, terus ada giginya pula, bisa gigit, gak gak gitu, tapi emang masih banyak yang kurang, kaya beberapa tata tulis yang masih ada kesalahan, pembahasan yang belum dalem, ma skema dinamika yang belum aku sertakan di draft (itu kabar buruknya). dan mungkin banyak kekurangan lainnya. Dua hari pasca daftar sidang, aku dilanda sindrom kemalasan, atau bahasannya Zaldhi, Lazy Time. Sabtu aku jalan-jalan ke Gramedia, dengan niat ingin memberikan reward pada diriku sendiri, hari minggunnya, lazy beneran plus nih badan ge gak terlalu sehat. Mungkin akumulasi kerja keras yang udah aku lakukan selama satu minggu ini kali ya? Dan hari ini sepertinya aku harus berkecimpung dengan bimbingan lagi dan lagi, takut juga kalo ternyata sidangnya aku dapet minggu de...

Cemas

Mamah : Kamu pilek Ndol? Aku : mmmm Mamah : Minum obat lah, biasanya obatnya apa sih? Aku : (tak bisa menjawab, padahal air mata dah ngucur deres banget, dalam hatiku, "cuman pengen denger suaranya Mamah") Tu telpon-telponanku ma mamah semalem setelah aku sms, "Mah, cemas ni takut gak bisa daftar minggu depan." Mamah : kenapa sih? Aku : masih banyak yang belum aku selesein. Mamah : ta mintain do'a ke Kyai R ya?! Aku : heheh, gak usah, do'a-in mamah aja. Mamah : Ya mamah tetep do'ain, biar yang nge-do'ain banyak. Aku : aku takut, Mah! Gak bisa daftar minggu depan. Mamah : Ya usahain donk Aku : iya, aku coba (air mataku semakin deras mengucur ><) Entah, kenapa aku jadi cemas gini? Perpus Bu Darosy (dosenku) : Dek, kok keliatan ada yang beda ya? Aku : apanya Bu? Bu Darosy : ada yang beda pokoknya. Aku : Memang kenapa Bund? (dengan wajah yang memang aku sadari sangat kusut) Loby lantai 1 Aku ge baca buku...

Ragu

Sebuah catatan galauku pagi hari Setelah bimbingan ke dosbing kemarin, dan banyak diberikan masukan sana-sini aku justru mulai galau lagi. Aku se,akin bingung mencari dan bagaimana harus ku apakan skripsiku ini? dan bagaimana aku harus memperbaiki yang telah salah. Optimis yang kemarin-kemarin serasa berkibar sekarang entah mulai pudar lagi. Mulai muncul keraguan untuk melangkah lagi. Aku bingung dari mana keraguan itu muncul? Dari keyakinan yang terjatuhkankah? dari sesuatu yang mengecewakankah? atau dari manakah? Mungkin episode seperti ini sering muncul dalam episode manusia lain. Dan saat ini aku masih bingung bagaimana harus melangkah kembali? hampir beberapa jam aku tak bisa beranjak dari tempat tidurku, terus berpikir. Apalagi setelah membaca sms dari seorang teman, "kontraknya kayaknya gak saklek" Mungkin aku tau maksudnya ingin mengurangi rasa ketertekananku terhadap kontrak skripsi dari biro. Tapi aku merasa bahwa beban psikologisku lebih berat. Aku belum...

SKRIPSI itu WOW

Sebelumnya pengin mengucapkan selamat berpuasa bagi temen-temen yang menjalankan ibadah puasa mulai hari ini, but aku milih ikut pemerintah seperti biasanya,  sesuai sidang isbat yang dilakukan semal depag semalem. Hfff, sidang isbat ya? sidang skripsiku???? hadeeh. Jadi masih bisa bikin ngiri temen yang menjalani puasa hari ini. Sebenernya sih masih ragu tadi pagi, "Beneran gak sih hari ini puasa atau gak?" secara aku gak punya tivi jadi gak tau semalem pemerintah ngumumin harga sembako atau gak? (lho?) Tapi kemudian aku memtuskan buat nyabu seperti biasa pagi tadi, meskipun dengan keraguan berharap gak ada temen yang menemukanku dalam keadaan lagi gak puasa. Pagi abis subuh abis jemur pakaian aku baca postingan blogku ini, terutama yang dah lama. Asli cekikin sendiri, jaman-jamannya aku masih 4l@y masih galau, masih aneh, masih gila, masih gitu lah. Seperti jamannya kostku lagi langka air dan aku harus rajin ke SPBU atau ke masjid cuman buat  pinjem toilet Hadeeh, ternya...

Jangan Takut Salah

Aku tulis di buku kecilku pada 18 Juli 2012 - 17.48 WIB - Masjid Al-Azhar "Aku menyadari satu hal dalam hidupku bahwa yang membuatku sulit untuk bisa melangkah adalah kenyataan bahwa aku takut gagal meskipun aku belum melakukannya. Seperti dalam proses skripsi ini, aku semakin lama dan lambat karena aku merasa dan berpikir bahwa aku takut salah, aku takut gagal. Memang butuh keberanian dan kepercayaan diri untuk melangkah dan melawan ketakutan itu" Yeap, Kadang yang membuat kita takut untuk melangkah adalah ketakutan kita untuk salah ...^^b So well, terkadang ketika dalam mengerjakan proses skripsi sering kali kita terhenti langkah ketika menghadapi sebuah kondisi yang tidak membuat kita sangat penat, buntu, dan entah lah apapun.  Kadang pun aku menyadari bahwa ketika mendengar cerita teman-teman tentang sidang, maka sering menjadi sugesti secara tidak langsung kepada diri kita bahwa skripsi kita harus perfect agar bisa terhindar dari yang namanya pembantaian. Temank...

Wisuda Wis Udah

Hidup selalu berubah, tinggal apakah kita siap dan melakukan sesuatu dengan kehidupan itu. Ada yang datang dan ada pula yang pergi. Semuanya selalu silih berganti dengan sebuah alur kehidupan yang tidak menentu dalam kaca mata kita sebagai manusia. Selalu ada perasaan kehilangan setiap kali ada sebuah keterpisahan antara dua hal atau lebih. Begitu juga dengan aku, semakin berlalunya hari aku merasa semakin teman-temanku pergi satu demi satu. Tetapi aku yang juga seharusnya pergi pun ternyata masih ada di sini, di kampus ini. Kegalauanku sekarang berubah dari yang semula karena skripsi, sekarang karena wisuda. Aku menjadi mulai menyadari arti sebuah wisuda. Hanya saja aku tidak berani ketika kemarin tanggal 17 Juli 2012 untuk melalui area wisuda universitas. Bertemu dengan keramaian kebahagiaan, rasanya tuh gimana gitu. Aku pilih jalan memutar yang tidak bertemu dengan areal tersebut. Moment wisuda terkadang menjadi moment perpisahan dengan banyak orang atau beberapa orang yang te...

Selaksa Tak Berpendar

Warning!!!! Tulisan ini, tulisanku ketika lagi Melow... hikz...jadi ya gitu deh... 11.30 WIB – Stasiun Tegal Aku masih terduduk di salah satu bangku di depan antrian loket. Menunggu dapat dizinkan masuk ke peron sekaligus untuk sholat dzuhur. Tanganku mulai mencari buku kecilku di dalam tas gantungku. Buku kecil yang selalu menemaniku kapanpun aku ingin bercerita. Goresan tinta mulai aku goreskan di kertas dalam buku itu. Menulis memoriku jauh ke belakang. ____________ Hampir enam tahun sudah aku berdiri di sini, berjuang di kota Semarang ini dengan segala mimpi, segala cerita, dengan segala sesuatunya yang telah membuatku terbuka melihat dunia. Hampir enam tahun sudah aku berada di kota ini, di kampus ini. Kampus yang dahulu kau do’akan untukku. Aku masih berjuang dengan tugas akhirku yang aku masih terus berjuang meskipun ketika satu per satu kawan-kawanku telah pergi memulai hidup baru mereka sebagai sarjana, aku masih berjuang dengan segala keluh kesah manusia yang be...

Kalau Cinta jangan GR

17 Juni 2012, 22.19 WIB, kost “Lho memang ceritanya gimana, Mas?” Seorang Bapak bertanya kepadaku ketika sarapan pagi. Aku hanya mendengarkan kedua celotehan Amin dan Zaldhi yang tidak juga usai membicarakan “Cewek Idaman.” Wah, kalau Mas Faisal ni ga ada gegernya kalo lagi suka ma cewek” kata Zaldhi. “Ya yang penting jangan bawa teman kalau nanti ngelamar.” Celetukku kepada mereka. “He’e mengko kaya Salman Al-Farisi” Kata Amin “Lho gimana maksudnya?” Tanya seorang Bapak kepada Amin “Tu Faisal yang paling apal ceritanya” Sepertinya aku orang yang sudah siap kecewa terpengaruh banget ma cerita itu. cerita yang dulu diceritakan oleh Ustad Salim A.Fillah waktu mengunjungi masjid sederhana Fakultas Psikologi UNDIP. Aku memandangi wajah Amin, Zaldhi, dan Pak Feri, wajah mereka menanti harap dariku. “Waktu itu Salman hendak melamar seorang perempuan yang didambakannya. Karena Salman hanyalah imigran maka diajaklah sauahabatnya, Abu Darda’ unuk menemaninya. Setelah di rumah...